Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Ini Dia Tren Modifikasi 2018


modifikasi terus berkembang seiring dengan tumbuhnya komunitas, industri otomotif, dan produsen aftermarket. Bagaimana dengan tren modifikasi 2018 di Indonesia?

Gaya modifikasi akan sangat dipengaruhi oleh selera pemilik kendaraan dan pengaruh komunitas. Oleh karena itu, beberapa gaya modifikasi yang ngetren tahun 2017 akan muncul kembali, di antaranya Japanese domestic market, street racing, klasik, hella flush, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, asosiasi modifikasi pertama dan terbesar di Indonesia, National Modificator and Aftermarket Association (NMAA), memprediksi aliran modifikasi ekstrem tidak akan terlalu mencuat. Justru, gaya modifikasi simpel dengan pendekatan fungsionalitas dan mengutamakan kenyamanan berkendara akan sangat digandrungi tahun ini. 

”Tren modifikasi tahun ini lebih ke proper yang menambah kenyamanan dan fungsi. Saya yakin tahun 2018 arahnya industri modifikasi yang proper. Mobil yang bisa berfungsi, enggak cuma patung doang atau hanya ikut kontes, tetapi enggak bisa digunakan,” tutur Founder NMAA Andre Mulyadi di sela-sela konferensi pers persiapan NMAA menjelang Osaka Automesse 2018 pada 10-12 Februari 2018 di Osaka, Jepang, Kamis, 25 Januari 2018.

Dia menilai, modifikasi mobil secara ekstrem di Indonesia akan tetap banyak, tetapi gaya proper car mulai digandrungi, terutama di kota-kota besar dan sudah merata. Sementara itu, di daerah-daerah masih perlu diedukasi, apalagi semakin jauh dari Pulau Jawa, standar modifikasinya pun akan sedikit berbeda.


Tahun 2017, pihaknya melakukan edukasi berupa training workshop di delapan kota besar di Pulau Jawa dan Balikpapan. Dia menekankan pentingnya memodifikasi mobil yang proper sesuai dengan fungsinya. 

Seperti halnya Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo yang terpilih mewakili tren proper car scene berciri khas Indonesia pada Osaka Automesse 2018 pada 10-12 Februari 2018 di Osaka, Jepang. Mobil yang sepenuhnya dimodifikasi Ladas Garage asal Yogyakarta itu mengedepankan unsur custom nan rapi.

”Mobil Mercy itu, misalnya, arahnya fungsional. Enggak cuma patung doang, tetapi bisa digunakan. Mercy itu di sisi mesin ada customize turbo yang fungsional. Ada rem besar, tetapi fungsional,” tuturnya.

Membesarkan aftermarket lokal
Ternyata, memodifikasi mobil beraliran proper car lebih sulit daripada modifikasi ekstrem dan berantakan. Proses memodifikasi Mercy itu membutuhkan waktu sekitar 6-7 bulan. Apabila modifikasi ekstrem, sekaligus proper, waktunya akan lebih lama.

Kustomisasi proper car tak hanya menunjukkan gaya modifikasi sang pemilik kendaraan, tetapi juga membesarkan industri aftermarket lokal. Terlebih, ungkap Andre, potensi sumber daya manusia Indonesia lebih murah daripada di Jepang sehingga ketika bikin body kit terstandardisasi, kekuatan pasarnya akan luar biasa. 

”Kalau mereka jual body kit Rp 160 juta per set, kita bisa bikin dengan standar yang sama dengan harga Rp 38 juta, mereka akan bubar. Itu yang harus diedukasi. Makanya kita bikin training workshop untuk mengedukasi pasar. Kalau pasar ini kuat, industri akan kenceng,” ujarnya. 

Di samping itu, NMAA juga memberikan edukasi kepada bengkel-bengkel untuk membuat desain sendiri. Desain itu diarahkan untuk kontes modifikasi November 2018 nanti, di mana modifikator memodifikasi mobil APM, tetapi dengan desain asli Indonesia.

”Kalau bikin kit sendiri, tentunya akan jadi industri bukan cuma kontes. Kami mau mengedukasi brand aftermarket dan bengkel modifikasi bahwa peluang itu bukan hanya di kontes, tetapi skala industri,” ujarnya.

Sabtu, 17 Februari 2018

Honda Lebih Teliti Pelajari Kerusakan Mesin 1.5L Civic Turbo


Pihak Honda Prospect Motor (HPM) mengaku sedang menyelidiki lebih dalam dari kasus kerusakan mesin 1.5L  sedan Civic Turbo yang dimiliki salah satu konsumennya. HPM belum bisa menentukan apakah kerusakan itu kesalahan konsumen atau dari pabrik.

Direktur Pemasaran dan Purna Jual HPM Jonfis Fandy mengatakan, mesin mobil konsumen itu mengalami overheat saat digunakan. Akibatnya, setang piston sampai bengkok sehingga mobil mogok dan tidak bisa digunakan.

Kerusakan itu mesti dipelajari langsung di Thailand, negara asal impor Civic Turbo sekaligus lokasi salah satu pusat riset dan pengembangan Honda. Itu sebabnya, mesin yang rusak dikirim ke Thailand dan mobil konsumen diberikan mesin baru.

Namun, inisiatif penggantian mesin itu dipermasalahkan konsumen hingga muncul gugatan ke pengadilan senilai lebih dari Rp 1 miliar. Masalah itu kemudian selesai dengan damai, HPM memberikan mobil baru untuk konsumen


Jonfis mengatakan, dibutuh waktu untuk mempelajari kerusakan mesin itu. Selama menunggu dia berharap para konsumen Civic Turbo yang lain tidak perlu khawatir dan selalu berkonsultasi dengan bengkel resmi bila mengalami masalah.

“Intinya konsumen tidak usah berasumsi, kalau ada masalah lebih baik dibawa ke bengkel resmi. Kalau harus recall ya recall, bukan gaya Honda menyembunyikan sesuatu. Hanya Honda yang berani recall kalau ada masalah. Kalau ada masalah yang besar, pasti kami panggil dan perbaiki,” kata Jonfis.

Sedan Civic Turbo menggunakan mesin 4-silinder segaris 1.498cc DOHC plus turbo, bertenaga 173 PS dan torsi 220 Nm, dan cuma ada satu pilihan transmisi, CVT. Mesin yang sama juga digunakan di hatchback Civic Turbo dan sejenis di CR-V Turbo

Jumat, 16 Februari 2018

Proyek Mobil Masa Depan Di Dunia Modifikasi ??


Proyek Mobil Masa Depan Di Dunia Modifikasi? Buat rumah modifikasi asal Yogykarta, Kupu-kupu Malam, dana segitu jadi modal menang gelar The Blackauto Master di kontes Black Auto Battle 2017.

Keringat dan jerih payah tim langganan juara itu pada tahun ini menghasilkan sebuah karya yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu mobil beroda delapan sepanjang 6,5 m. Desain ekstremnya dibuat dari basis Toyota Yaris produksi 2006.


Sebutan buat mobil ini, Mr. Pitbull, karena bentuk wajahnya mirip jenis anjing yang dikenal beringas itu. Kupu-kupu Malam pernah membuat mobil modifikasi enam roda, Six Shooter, sebelumnya, namun sekarang Pitbull jelas jadi yang paling galak.

Penampakan Pitbull bila berwujud sketsa di atas kertas bisa jadi tidak ada hubungannya dengan mahkluh hidup, tapi lebih mirip mirip ute alias pikap dari mobil penumpang yang terkenal di Australia. Namun tentu saja yang diangkut di bagian belakang bukan barang logistik, melainkan seperangkat sistem audio lengkap dengan monitor kecil-besar yang bisa dipakai buat main game console.


Paket hiburan dilindungi oleh pintu yang bisa terbuka-menutup otomatis. Penutup itu bukan cuma melindungi sistem audio tetapi juga rahasia yang ada di bawahnya, yaitu motor listrik 72 Volt dan paket baterai 7,2 kWh yang terdiri 12 sel baterai. Kupu-kupu Malam menggunakan teknologi yang sama digunakan mobil listrik Selo.

Bedanya, motor listrik yang menggerakan roda belakang baris kedua itu bisa dikendalikan sistem remote control. Kupu-kupu Malam sudah punya pengalaman soal teknologi itu, pasalnya sebelum jadi seperti ini, Yaris yang jadi basis pernah memenangkan Yaris Show Off 2014 menggunakan teknologi yang sama.


Dua sumber penggerak

Walau ada motor listrik yang menggerakan roda di belakang, sumber penggerak utamanya adalah mesin bensin 1.5L asli milik Yaris yang memutar roda depan. Edi Tesi dari Kupu-kupu Malam menjelaskan kedua penggerak itu tidak bisa dipakai bersamaan.

Transmisi yang digunakan yaitu otomatis bawaan Yaris. Hal itu mudah dipercaya sebab bila melihat ke rumah transmisi di kabin, penampakannya belum berubah dari OEM.

“Mesinnya 1.5L sudah kami aplikasikan turbo sama pakai kosmetik mesin. Mesin itu untuk roda depan, kalau lagi nyetir, remote control-nya off. Kalau Remote control menyala, mesin off,” kata Edi.

Menurut Edi, dana Rp 1 miliar paling banyak dihabiskan untuk teknologi listrik dan konversi bodi. Motor listrik dan baterainya diimpor dari China dalam bentuk utuh, spesifikasinya dikatakan memang untuk mobil listrik.

“Teknologi paling canggih itu remote control, tapi kami juga punya sistem motorize yang bisa diatur pakai Android. Ada aplikasinya sendiri, buat ngatur mesin, audio, LED, sama suspensi udara juga,” sebut Edi. 

Kamis, 15 Februari 2018

Modifikasi Mobil Yang Layak Bakal Jadi Tren di 2018


Dunia custom roda empat masih hidup dalam negeri, meski sempat lesu tapi tahun terakhir ini mulai menunjukkan adanya pertumbuhan lagi. Berbicara soal tren di 2018, disebut lebih condong ke arah modifikasi proper alias laik.

Andre Mulyadi, Penggagas National Modificator and Aftermarket Association ( NMAA) mengatakan, di mana modifikasi 2018 tak hanya sekedar ekstrem, tapi juga mengejar kenyamanan. Tak hanya eksis di pameran-pameran saja, tapi juga bisa dikendarai di jalanan.

“Pada edukasi yang kami lakukan di delapan kota besar di Indonesia pada 2017, kalau modifikasi itu harus proper dan sesuai dengan fungsinya,” ujar Andre, Kamis (25/1/2017).


“Jadi kami sangat yakin, di 2018 itu modifikasinya banyak yang proper, tidak hanya jadi patung yang di display di kontes saja, tapi bisa digunakan. Jadi saat memakai rem besar di depan dan belakang jadi punya nilai fungsional tidak hanya pajangan,” ucap Andre.

Andre menambahkan, tren lainnya yaitu penggunaan air suspension juga bakal semakin populer di 2018. Pasalnya bagi pemodifikasi yang gemar modif ceper atau bergaya stance, mobil bisa digunakan untuk kontes dan juga sehari-hari, karena bisa diatur tinggi rendahnya.

“Intinya mobil yang dimodifikasi tidak mengurangi kenyamanan, tapi menambah dari fungsi si mobil tersebut. Gaya modifikasinya sih masih macem-macem, mulai dari stance, street racing tapi tetap proper dan makin banyak,” kata Andre.

Rabu, 14 Februari 2018

INDUSTRI OTOMOTIF DI INDONESIA DAN DUNIA: SEBUAH TINJAUAN DAN PELUANG

                                                                                                                 FotoBy(GOOGLE)

Saat ini, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, teknologi otomotif yang disebut dengan mobil terhubung menjadi sebuah trend baru, dimana teknologi seperti kendaraan digital dengan Wi-Fi, sistem infotainment yang canggih dengan aplikasi ponsel, komunikasi kendaraan-ke-kendaraan (vehicle-to-vehicle) yang memungkinkan mobil untuk berkomunikasi satu sama lain di jalanan.Tukar menukar informasi seperti pertukaran data keselamatan, kecepatan dan posisi, layanan lokasi real-time dan routing berdasarkan kondisi lalu lintas dan tautan jaringan internet yang memfasilitasi diagnostik kendaraan beserta perbaikannya. Mobil dengan sistem cerdas ini mengalir dari ruang desain ke aplikasi di jalan. Kendaraan otonom (autonomous vehicle) juga merupakan salah satu fitur penting masa depan bagi industri otomotif.

Ide kendaraan otonom masih belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat karena teknologi ini belum sepenuhnya matang saat ini. Tapi untuk produsen mobil, perubahan dari model mobil saat ini untuk menuju ke model mobil tanpa pengendara akan menjadi periode yang menarik dan menantang dengan peluang yang sangat besar. Fase ini akan menjadi salah satu tantangan bagi industri otomotif karena mereka harus meng-upgrade kemampuan mereka untuk merancang, memproduksi dan menerapkan teknologi baru tersebut untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik.


Produsen mobil telah melakukan investasi besar-besaran di negara-negara berkembang dan dengan sangat hati-hati jika mereka ingin sukses dalam beberapa tahun ke depan. Sebuah pendekatan yang sangat konservatif seperti pengelolaan biaya dan kapasitas pabrik dengan ketat akan sangat penting untuk dapat bertahan terutama di Brasil dan Rusia. Cina memiliki cerita yang berbeda. Merupakan pasar otomotif terbesar di dunia, China diperkirakan akan menaikkan penjualan kendaraan tahunan lebih dari 30 juta pada tahun 2020. Di luar itu, peningkatan yang stabil di pasar negara berkembang akan terus naik setidaknya sampai tahun 2025, sehingga pasar Asia sendiri masih cukup potensial untuk dikembangkan.

Tidak hanya mobil otonom yang menjadi segmen pasar yang tidak mudah untuk di kembangkan, tapi penggerak tradisional dan mesin pembakaran dalam masih menjadi jenis penggerak yang dominan di jalan selama beberapa dekade yang akan datang, di mana potensi kendaraan rendah emisi seperti kendaraan listrik yang akan menggantikan mesin pembakaran dalam terus berkembang terutama di negara maju seperti Jerman yang mempromosikan untuk mengatur kendaraan nol emisi mulai tahun 2030[2]. Sehingga, kendaraan terbaru yang muncul dipasaran akan dibedakan terutama oleh teknologi inovatif yang melibatkan fitur bantuan pengendara (assisted driving) dan konektivitas global. Dalam penelitian terbaru, 56 persen dari pembeli mobil mengatakan bahwa mereka akan beralih ke model yang berbeda jika model yang sedang mereka pertimbangkan untuk dibeli tidak menawarkan teknologi dan fitur yang mereka inginkan. Demikian pula, 48 persen dari pembeli mobil mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan model kendaraan yang mereka sukai jika teknologi yang ada sulit untuk digunakan.

Teknologi yang diperlukan untuk membuat mobil terhubung dan cerdas seperti, jaringan internet, sensor dan perangkat lunak bukanlah ranah tradisional untuk sebagian besar produsen mobil. Kelemahan ini merupakan bentuk tantanganbagi perusahaan berbasis teknologi tinggi seperti Apple dan Google, yang selalu membuat langkah inovatif dalam mengembangkan teknologi dengan kemampuan jaringan, otonom dan komunikasi dari mobil. Kehadiran yang meningkat di industri otomotif dari perusahaan berbasis teknologi tinggi tidak dapat diabaikan oleh para produsen mobil. Perusahaan-perusahaan ini mungkin akan terbukti memiliki pengaruh di sektor otomotif di tahun-tahun mendatang, terutama karena kemampuan mereka dan kebutuhan industri yang memang selaras dengan kompetensi mereka.

Selain kebutuhan untuk meningkatkan fitur transportasi dan mobilitas kendaraan, regulasi batas efisiensi bahan bakar yang lebih ketat semakin mendekat. Pada tahun 2025, misalnya, armada mobil di Amerika Serikat harus mampu memenuhi tuntutan rata-rata memiliki efisiensi 54.5 mil per galon (4.3 liter per 100 km)[3]. Ini akan menjadi semakin menantang terutama jika harga minyak tetap bertahan rendah, dapat memicu minat konsumen yang lebih besar terhadap kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang cukup besar seperti pickup dan SUV. Untuk memenuhi standar tersebut akan memerlukan langkah perubahan yang cukup ekstrem, bukan hanya yang bertahap saja.

Dan bagaimana dengan industri otomotif di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), khususnya Indonesia? ASEAN adalah pasar yang besar dengan lebih dari 600 juta orang dan Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sekitar 2 Triliun USD dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 5%. Jika pasar Malaysia yang sudah cukup matang menunjukkan 82% rumah tangga memiliki mobil pada 2014, ini adalah sekitar 51% dari pasar. Thailand yang sedang berkembang, sementara beberapa pasar ASEAN tampaknya hampir belum dimanfaatkan: Filipina (8%), Indonesia (4%) dan Vietnam (2%), dimana ketiga negara ini adalah negara dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Thailand dan Indonesia, khususnya, memiliki lokasi sebagai pusat industri yang sangat nyaman untuk memproduksi kendaraan bagi kebutuhan ekspor di kawasan Asia dan sekitarnya. Saat ini, Thailand menguasai sekitar 43,5 persen dari kawasan ASEAN dalam hal penjualan, sedangkan Indonesia datang di tempat kedua dengan 34 persen pangsa pasar.

Ada beberapa faktor yang mendukung penjualan mobil di Indonesia. Pertama, Indonesia masih memiliki rasio kepemilikan mobil per kapita yang sangat rendah (kurang dari empat persen dari populasi yang memiliki mobil) menyiratkan ada ruang besar untuk pertumbuhan. Kedua, mobil murahirit dan terjangkau Low Cost Green Car (LCGC) diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Saat ini penjualan LCGC masih membentuk sebagian kecil dari total penjualan mobil di Indonesia (sekitar 14 persen) dan oleh karena itu ada juga banyak ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut di segmen LCGC.

FotoBy(GOOGLE)

Namun walaupun mobil LCGC telah mendapatkan popularitas di Indonesia karena rasio kepemilikan mobil per kapita yang sangat rendah dengan golongan ekonomi kelas menengah yang berkembang pesat, sebagian besar orang Indonesia masih lebih memilih untuk membeli kendaraan serbaguna (keluarga) atau Multi-Purposes Vehicle (MPV). Pemimpin pasar yang jelas dalam industri mobil di Indonesia adalah Toyota (Avanza), yang didistribusikan oleh Astra International (salah satu konglomerat diversifikasi terbesar di Indonesia yang menguasai sekitar 50 persen pasar penjualan mobil), diikuti oleh Daihatsu (juga didistribusikan oleh Astra International) dan Honda.


Saat ini, dengan total kapasitas produksi mobil yang dirakit di Indonesia sekitar dua juta unit per tahun, dan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia akan semakin mengancam posisi dominan Thailand menjadi produsen otomotif ASEAN selama dekade berikutnya. Sehingga, berdasarkan fakta-fakta di atas, pasar Indonesia saat ini masih fokus pada pengembangan industri manufaktur otomotif untuk pasar lokal dan ekspor di mana segmen pasar lokal masih terfokus pada kendaraan dengan biaya rendah. Tapi dengan golongan ekonomi kelas menengah yang berkembang cepat, segmen pasar mobil dengan teknologi tinggi juga dipastikan akan meningkat. Ini berarti bahwa kesempatan untuk mengembangkan dan memperkenalkan teknologi mobil cerdas dan terhubung di Indonesia masih terbuka sangat luas, baik itu bagi produsen mobil maupun perusahaan-perusahaan berbasis teknologi tinggi lokal yang ingin masuk segmen pasar tersebut. Hal ini tidak akan dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang baik yang memiliki kompetensi dibidang teknologi otomotif cerdas.

Selasa, 13 Februari 2018

Perkembangan Otomotif di Indonesia

fotoby(google)

BeritaHarianIndonesia ~ Indonesia memiliki perkembangan yang cukup menakjubkan pada dunia otomotif. Tidak hanya sekedar pernyataan belaka namun hal ini juga didukung oleh segelintir peneliti yang melakukan analisa terhadap perkembangan otomotif yang ada di Indonesia.

 Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Vijay Rao, Automotive and Transportation Practice Frost & Sullivan, yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu perkembangan otomotif terbesar di ASEAN setelah Thailand. Frost & Sullivan memprediksi Indonesia akan menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN pada 2019 dengan total kendaraan mencapai 2,3 juta. Perkembangan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, peningkatan kelas menengah dan peningkatan investasi sektor otomotif serta pemberlakuan regulasi otomotif yang mendukung pertumbuhan pasar.

Selain Vijay Rao, peneliti lain dari Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Noegardjito, juga menyatakan risetnya di Seminar Prospek Industri Otomotif Nasional Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 bahwa penjualan otomotif di Indonesia hanya berbeda sekitar 100 ribu unit atau 7,5 % dari Thailand dan pertumbuhan penjualan domestik Indonesia dinyatakan dapat mencapai 23,6% per tahun.

Dalam seminar tersebut, beliau juga menyatakan bahwa dalam persaingan dengan negara-negara ASEAN terutama dengan Thailand, Indonesia memiliki keunggulan pada jenis kendaraan seperti MPV, truck, pick-up. Namun masih lemah untuk jenis kendaraan sedan yang saat ini masih dikuasai Thailand, sehingga beliau mempertegas bahwa beliau dan tim akan turut serta merebut pasar ASEAN karena pasar otomotif di Indonesia tumbuh berkembang dengan pesat dan menjadi pendorong agar pasar dalam negeri tidak diisi oleh produk-produk luar.

Tidak tinggal diam, Indonesia saat ini juga tengah bekerja keras menyalip Thailand dalam produksi serta ekspor kendaraan roda empat dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional agar tidak tenggelam dengan produk-produk impor.

Produk otomotif ternama seperti Honda, Isuzu, KIA, Mazda, Daihatsu, General Motor, VolksWagen dan lainnya juga tidak mau kalah untuk menambah kapasitas produksinya karena besarnya potensi pasar mobil di Indonesia. Bahkan pendatang baru dari India yaitu TATA Motor akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Toyota bahkan telah menyiapkan investasi sebesar 41,3 milyar yen untuk menambah kapasitas produksi di pabrik Karawang II dari 70.000 unit menjadi 120.000 unit. Krama Yudha Tiga Berlian sebagai pemegang merek Mitsubishi juga tidak mau kalah dengan menyiapkan investasi sebesar Rp 250 milyar Rupiah untuk membangun pabrik baru di Pulogadung. Nissan juga telah menyiapkan investasi sebesar 400 juta US Dolar untuk menambah kapasitasnya dari 100.000 unit menjadi 250.000 unit dan masih banyak pesaing lainnya yang tidak mau kalah untuk meningkatkan investasi industri otomotif mereka di Nusantara ini.

Berita otomotif terbaru juga menemukan bahwa ternyata produsen mobil asal Tiongkok yaitu Build Your Dream Company Ltd (BYD) juga tergiur ingin menikmati kemajuan bisnis otomotif Indonesia dengan menyiapkan investasi awal sebesar 200 juta US Dolar atau setara dengan 1,8 trilliun Rupiah.

Banyaknya investor yang mulai melirik menandakan bahwa Indonesia memang memiliki potensi yang besar dalam industri otomotif ini.

Inovasi Otomotif di Indonesia
Dengan pertumbuhan otomotif mobil yang cukup pesat di Indonesia, secara tidak langsung juga meningkatkan pengetahuan warga Indonesia akan otomotif. Banyak tipe dari berbagai merek mobil yang dapat kita ketahui seperti MPV (Multi Purpose Vehicle), SUV (Sport Utility Vehicle), sedan, pick up, coupe, dan tipe lainnya. Sehingga konsumen tentu akan mempertimbang tipe mobil terlebih dahulu sesuai kebutuhan.

Terlepas dari tipe yang telah disebutkan, beberapa merek mobil juga berlomba-lomba untuk membuat inovasi terbarunya dengan meluncurkan mobil dengan teknologi terkini demi ketangguhan dan kenyamanan pengemudi seperti teknologi CVT (Continuously Variable Transmission)

Berbeda dengan transmisi manual dan otomatis yang dapat dijumpai pada mobil-mobil produksi tahun yang lebih lama, yang memanfaatkan sistem gear, CVT mencoba menciptakan perbandingan putar dengan memanfaatkan sabuk (belt) dan puli. Puli pada CVT ini sangat fleksibel dimana dapat mengurangi ataupun menambah diameternya dan menghasilkan perubahan rasio yang diharapkan.

Namun sayang, saking halusnya CVT, ia tidak dapat terlalu diandalkan dalam menghasilkan tenaga dengan kapasitas besar. Inilah sebabnya mengapa sistem CVT ini biasanya hanya digunakan pada mobil-mobil berukuran compact atau kecil.

Dengan menilai merek dan tipe mobil baru yang masuk ke Indonesia beserta teknologinya yang cukup canggih, dunia otomotif Indonesia dapat dikatakan memiliki prospek yang cukup bagus ke depannya.

Ekonomi yang terus tumbuh serta potensi pasar yang besar menjadikan Indonesia sebagai jantung pasar otomotif ASEAN. Bukan tidak mungkin, nantinya Indonesia juga menjadi basis produksi kendaraan bermotor terbesar di Asia Tenggara. Direktur Corporate and External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas menjelaskan nantinya pusat pasar otomotif ASEAN akan beralih ke Indonesia. Menurutnya, bukan suatu hal yang mustahil jika nantinya sentra industri otomotif di Asia Tenggara akan berpusat di tanah air ini.

Pasar otomotif terutama pasar mobil di Indonesia akan semakin menjanjikan di masa depan. Praktisi yang telah 25 tahun berkecimpung di dunia otomotif itu menjelaskan pasar mobil akan sukses karena Indonesia memiliki jumah penduduk yang besar namun dengan rasio kepemilikan mobil yang kecil.

Di Malaysia, rasio kepemilikan mobil berada pada angka 334 mobil per 1000 orang. Di Thailand memiliki rasio 165 mobil per 1000 orang. Sedangkan rasio di Indonesia teletak di angka 77 mobil per 1000 orang. Penjualan mobil di Indonesia selama 2014 mencapai 1,2 juta unit ditambah dengan 170 ribu unit untuk diekspor. Namun perlu diwaspadai, negara ASEAN yang berpotensi mengejar angka-angka tadi adalah Thailand. Meskipun sepanjang 2014 Thailand hanya mampu menjual mobil sebanyak 950.000 unit di pasar lokalnya, kemampuan produksi di sana lebih tinggi dibanding Indonesia.

Dalam tujuh tahun terakhir, antara 2006-2013, pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia mencapai 23,4 persen. Hingga pada 2012, sejarah datang saat menembus angka 1 juta unit, tepatnya 1,1 juta unit. Angka itu kemudian meningkat lagi pada tahun 2013 karena ada 1.229.901 unit mobil yang terjual.

Menurut beliau, tahun lalu, angka penjualan mobil mampu mencapai 1,2 juta unit dengan produksi 1,3 juta unit. Tahun ini ekspor mobil CBU dari Indonesia diperkirakan bisa tembus 200.000 unit. Dengan angka ini saja, Indonesia menahbiskan diri sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN karena pada saat yang sama, pasar Thailand hanya mampu menyerap 882.000 unit. Tahun 2015 ini, penjualan Thailand diprediksi akan berada di angka 950.000-1.000.000 unit, sedangkan Indonesia diprediksi akan mampu kembali menginjak angka 1,2 juta unit sehingga perkembangan industri otomotif Indonesia akan terus berkembang pesat dan akan menjadi yang terbesar di ASEAN.

Senin, 12 Februari 2018

Modifikasi dan Aftermarket Indonesia Mulai Unjuk Gigi di Osaka

Modifikasi(indonesia modifikasih)

Modifikator dan pemain produk aftermarket Indonesia mulai unjuk gigi di Osaka Automesse 2018 yang berlangsung di gedung pameran INTEX Osaka, Jepang, hari ini (10/2).

Para modifikator dan merek aftermarket Tanah Air yang tergabung dalam movement Great Indonesia gagasan NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) siap untuk memperkenalkan produk dan jasanya pada khalayak Jepang.

IndoneisaTourAsiaModifikasi

Rombongan Indonesia membawa modifikasi Mercedes-Benz E250 W212 milik Chandra Kenzo. Selain modifikasi mobil, pemain aftermarket Indonesia memajang produk/jasa modifikasi dan aftermarket Indonesia, seperti; ban Accelera, suspensi udara Revolt.id, jasa kreasi lampu Yoong Motor, rumah airbrush Tomy Airbrush, hingga distro otomotif ZC Distromotive.

Dalam pameran modifikasi terbesar di Osaka ini, masing-masing modifikator dan aftermarket menampilkan spesialisasinya masing-masing. Misalnya ban Accelera membawa produk unggulannya, yaitu Accelera Phi yang juga terpasang di Mercedes-Benz E250 W212 yang dibawa ke sana. Selain itu, Revolt.id akan memajang line-up komplet produk suspensi udara dengan sistem smartphone wireless yang di-develop langsung di Indonesia.

Modifikasi dan Aftermarket Indonesia Mulai Unjuk Gigi di Osaka
Minggu, 12 Februari 2018 11:15

Yoong Motor sebagai pelopor lampu custom, akan memamerkan karya customized light yang tak banyak dilakukan tuner di negara lain. Sementara Tomy Airbrush merepresentasikan karya airbrush-nya lewat helm yang digambar dengan teknik freehand bertema Indonesia.

Hal yang sama dilakukan ZC Distromotive dengan menyiapkan t-shirt dan topi eksklusif bertema Indonesia yang hanya dijual eksklusif di Osaka Automesse 2018 nanti, yang masing-masing hanya diproduksi 100 pieces. Tak ketinggalan, Mayaratih Couture, fashion designer Tanah Air juga menampilkan busana dengan tema “The Shadow of Wayang Inspired by Indonesian Puppet Show” yang akan dipakai model mempresentasikan mobil modifikasi Indonesia.


Secara strategis, movement gagasan NMAA yang menjalin kerjasama dengan penyelenggara Osaka Automesse ini akan menjadi mercusuar bisnis modifikasi/aftermarket kedua negara.

“Potensi kolaborasi dengan industri modifikasi Jepang juga semakin besar, karena faktanya Indonesia dinilai memiliki tenaga kerja ahli dengan bayaran yang relatif lebih rendah dibanding Jepang, sementara Jepang akan membawa transfer teknologi dan ilmu yang lebih maju untuk khalayak modifikasi. Win-win solution,” terang Andre Mulyadi, Founder sekaligus CEO NMAA.


“Karena itu berbarengan dengan gerakan Great Indonesia di Osaka Automesse ini kami siap menyongsong era baru dalam dunia modifikasi Indonesia. Pada akhir 2018 nanti kami akan menyelenggarakan sebuah pameran akbar modifikasi yang pertama di Indonesia,” tutup Andre.

Rabu, 07 Februari 2018

Siap-siap, Pameran Modifikasi Terbesar Indonesia di November 2018


Beritaseputarharian ~ Asoasiasi  pemodifikasi dan aftermarket Indonesia atau National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), resmi mengumumkan jadwal penyelenggaraan pameran modifikasi terbesar dan bertaraf international di dalam negeri.

Punya nama Indonesia Modification Expo (IMX), acara ini bakal diadakan pada 17-18 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta. Sebagai pameran modifikasi pertama dan terbesar, IMX bakal menyatukan tiga pilar industri otomotif, yang akna tampil di dalamnya.

Mulai dari Modifikator (workshop/bengkel), merek aftermarket, dan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan di Indonesia. Harapannya ajang ini bakal menjadi event tahunan berskala internasional. IMX akan mengambil tema “Unlock The New Beginning: Proper Modz”, sebagai tanda industri modifikasi Indonesia sedang berjalan ke arah benar dan besar.

“Di dalam IMX, potensi kolaborasi dengan menggandeng industri modifikasi dari negara-negara lain semakin terbuka. Sehingga ini tak sekadar tempat memamerkan dan menjual produk atau jasa modifikasi, tetapi juga transfer teknologi dan ilmu di antara para exhibitor serta pengunjung,” tutur Andre Mulyadi, selaku Founder dan CEO NMAA dalam siaran resminya, Selasa (6/2/201).

Baca juga : NMAA Putuskan Kitab Putih 4 Aliran Modifikasi
“Kami ingin agar IMX terdengar ke seluruh dunia. Karena ini adalah tanda kebangkitan dunia modifikasi dan aftermarket Indonesia. Mudah-mudahkan dengan pameran ini, modifikasi Indonesia akan diperhitungkan dan menjadi salah satu kiblat dunia,” ujar Andre.

Sebelumnya NMAA baru saja menggagas gerakan Great Indonesia, membawa potensi modifikasi Indonesia tampil di Osaka Automesse pada 10-12 Februari 2018. Ini disebut sebagai salah satu langkah memperbesar dan memperkuat industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air.

Dunia modifikasi memang sedang menjadi sorotan beberapa waktu ini, di mana mulai mendapat perhatian dari Pemerintah. Ini disebut-sebut menjadi pendorong semangat, para penggiat seni modifikasi dalam negeri.

Kuasailah 10 Teknik Bersetubuh Ini

Bagi pria, efektivitas performa seksualnya bisa diukur dari tingkat kepuasan pasangan seksnya. Performa seksual yang baik penting bag...