Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Presiden Jokowi Serahkan Trofi Juara Piala Presiden 2018 kepada Persija


Sekitar 90 menit partai final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta vs Bali United berlangsung. Selama itu pula  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang duduk disamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tribun VVIP, Stadion Gelora Bung Karno terus mengamati pertandingan.

Presiden bersama beberapa jajaran Menteri Kabinet Kerja lainnya terlihat begitu menikmati pertandingan. Bahkan, ketika beberapa pemain Persija berhasil menciptakan gol, Jokowi ikut berdiri dan menyambut gol tersebut dengan tepuk tangan. Begitu pula dengan Imam Nahrawi yang mengenakan jaket merah.

Tak ketinggalan, Imam memberikan ucapan selamat kepada Persija setelah mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. Bahkan, menteri asal Bangkalan Madura, Jawa Timur, ini juga memuji gol salto striker Persija, Marco Simic.

"Selamat kepada Persija Jakarta menjadi juara Piala Prediden 2018. Permainan kedua tim sangat bagus, khususnya gol Marco Simic tadi luar biasa," ujar Imam.



Kepada tim yang belum juara, seperti Bali United, Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan seluruh peserta Piala Presiden 2018, Menpora ingin mereka tetap semangat. Imam juga mengingatkan suporter masing-masing tim agar berhati-hati dalam perjalanan pulang.

"Kepada para suporter Persija, Bali United, Sriwijaya FC dan PSMS Medan agar berhati- hati dalam perjalanan pulang," ucapnya.

Persija Jakarta berhak membawa pulang tropi bergilir Piala Presiden 2018 dan hadiah uang sebesar Rp 3,3 miliar. Sementara itu, Bali United sebagai runner up sebesar Rp 2,2 miliar, peringkat ke-tiga (Sriwijaya FC) sebesar Rp 1,1 miliar, dan peringkat empat (PSMS Medan) sebesar Rp 550 juta.

Penghargaan supporter terbaik jatuh pada suporter Persib Bandung dan berhak atas uang tunai Rp 100 juta. Selanjutnya, peraih gelar pemain terbaik dan top scorer dengan 11 gol jatuh pada pemain Persija Marko Simic dan berhak atas uang tunai Rp 350 juta.

Pemain muda terbaik diraih M. Rezaldi Hehanusa dan berhak dengan hadiah Rp 100 juta dan tim fairplay tertuju kepada Bali United.

Turut mendampingi Presiden Jokowi, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Ketua SC Maruarar Sirait, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakapolri Komjen Syafruddin, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Mulyono, Menko Polhukam Wiranto, dan Ketua DPD Oesman Sapta.

Sabtu, 17 Februari 2018

Rossi Jajal Buriram Pakai Aerox 155, Tidak Pake Helm??!


 Kejuaraan dunia MotoGP memasuki masa uji coba musim dingin. Kali ini uji coba dilakukan di Sirkuit Buriram, Thailand mulai Jumat (16/2/2018) hingga Minggu (18/2/2018). Sejak Kamis (15/2/2018) para pebalap sudah tiba untuk melakukan persiapan.

Dari pantauan Kompas.com para pebalap yang tiba lebih dulu di sirkuit ini tidak menyia-nyiakan waktunya untuk menjajal sirkuit yang musim ini menjadi kali pertama menyelenggarakan MotoGP. Tidak terkecuali pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi.

Juara dunia kelas MotoGP tujuh kali itu nampak menikmati waktu sorenya dengan mencoba empat putaran di sirkuit yang dibuka 2014 lalu. Menariknya ia menggunakan skutik Aerox 155 untuk menemaninya mempelajari setiap tikungan di sirkuit tersebut.

Rossi menggeber skutik tersebut cukup kencang. Dari pantauan Kompas.com di tribun VIP, ia tidak segan-segan menikung untuk mendapatkan penilaian racing line yang terbaik terutama saat masuk dan keluar di tikungan empat dan lima.


Kejuaraan dunia MotoGP memasuki masa uji coba musim dingin. Kali ini uji coba dilakukan di Sirkuit Buriram, Thailand mulai Jumat (16/2/2018) hingga Minggu (18/2/2018). Sejak Kamis (15/2/2018) para pebalap sudah tiba untuk melakukan persiapan.

Dari pantauan Kompas.com para pebalap yang tiba lebih dulu di sirkuit ini tidak menyia-nyiakan waktunya untuk menjajal sirkuit yang musim ini menjadi kali pertama menyelenggarakan MotoGP. Tidak terkecuali pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi.

Juara dunia kelas MotoGP tujuh kali itu nampak menikmati waktu sorenya dengan mencoba empat putaran di sirkuit yang dibuka 2014 lalu. Menariknya ia menggunakan skutik Aerox 155 untuk menemaninya mempelajari setiap tikungan di sirkuit tersebut.

Rossi menggeber skutik tersebut cukup kencang. Dari pantauan Kompas.com di tribun VIP, ia tidak segan-segan menikung untuk mendapatkan penilaian racing line yang terbaik terutama saat masuk dan keluar di tikungan empat dan lima


MotoGP seri Buriram akan diselenggarakan pada Oktober tahun ini. Saat itu balapan MotoGP memasuki masa-masa terakhir dimana perebutan gelar juara bisa jadi sangat sengit.

Jumat, 16 Februari 2018

Arsenal Mempermalukan Ostersunds FK


meraih kemenangan atas Ostersunds dengan skor 3-0 pada laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa. Gol dari Nacho Monreal dan Mesut Ozil serta satu gol bunuh diri mewarnai laga tersebut.

Arsenal membuka peluang pada menit ke-12 lewat aksi Henrikh Mkhitaryan. Namun, bola hasil tendangannya dapat diamankan pemain Ostersunds.

Satu menit berselang, Nacho Monreal membuat Arsenal unggul setelah memaksimalkan bola hasil buangan kiper Ostersunds. Monreal membuat keputusan yang tepat dan memberikan keuntungan untuk timnya.

The Gunners unggul dua gol pada menit ke-24. Gol tersebut tercetak atas nama bek Ostersunds, Sotiris Papagiannopoulos, setelah membelokkan arah bola yang kemudian masuk ke gawang timnya sendiri.

Skor 2-0 untuk keunggulan Arsenal mengakhiri babak pertama.

Memasuki babak kedua, Arsenal menjaga ritme permainan mereka. Pada menit ke-58, Mesut Ozil membuat Arsenal memimpin tiga gol setelah mampu memaksimalkan operan dari Mkhitaryan.

Unggul tiga gol membuat Arsenal menurunkan tempo permainan. Arsene Wenger menginstruksikan anak asuhnya untuk fokus bertahan.

Memasuki sepuluh menit terakhir pertandingan, Wenger menarik keluar Danny Welbeck dan Henrikh Mkhitaryan. Sebagai gantinya, Wenger memasukkkan Edward Nketiah dan Reiss Nelson.

Ostersunds mendapat penalti pada masa injury time, menyusul pelanggaran yang dilakukan Hector Bellerin kepada pemain Ostersunds di dalam kotak penalti. Namun, eksekusi Tom Patterson dapat dipatahkan kiper Arsenal, David Ospina.

Penyelamatan Ospina membuat Arsenal memastikan kemenangan dengan skor 3-0 atas Ostersunds pada laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa.

Susunan Pemain

Ostersunds FK (4-3-3): 1-Aly Keita; 24-Ronald Mukiibi, 4-Sotiris Papagiannopoulos, 2-Tom Petterson, 19-Dennis Widgren (6-Doug Bergqvist 73’); 17-Curtis Edward, 22-Brwa Nouri (3-Tesfaldet Tekie 46’), 23-Sam Mensah; 12-Ken Sema, 93-Saman Ghoddos, 9-Alhaji Gero (8-Jamie Hopcutt 46’)

Pelatih: Graham Potter

Arsenal (4-3-3): 13-David Ospina; 24-Hector Bellerin, 21-Calum Chambers, 20-Shkodran Mustafi, 18-Nacho Monreal (31-Sead Kolasinac 73’); 35-Mohamed Elneny, 11-Mesut Ozil, 30-Ainsley Maitland-Niles; 17-Alex Iwobi, 23-Danny Welbeck (62-Edward Nketiah 82’), 77-Henrikh Mkhitaryan (61-Reiss Nelson 84’)

Manajer: Arsene Wenger

PSS Sleman Dijadwalkan Uji Coba dengan Tim-tim Liga 1


PSS Sleman terus memantapkan tim untuk meraih target naik ke Liga 1. Guna pemantapan tim dalam menyambut Liga 2, PSS Sleman dijadwalkan akan melakoni laga uji coba dengan tim-tim elite kasta tertinggi di Indonesia.

"Target PSS Sleman naik ke Liga 1," ujar Manajer PSS Sleman, Sismantoro, saat dihubungi, Kamis (15/2/2018).

PSS Sleman saat ini mulai memasuki tahap uji coba dalam masa persiapan menyambut gelaran Liga 2. Laga uji coba ini untuk memantapkan pemain dan permainan tim.

"Ya, memang laga uji coba ini untuk memantapkan pemain dan permainan tim ," ujarnya

Manajemen PSS Sleman telah menyiapkan sebanyak enam kali laga uji coba. Beberapa tim yang akan menjadi lawan PSS Sleman merupakan tim-tim Liga 1.

"Kami siapkan sebanyak enam kali laga uji coba. Besok Sabtu tanggal 17 Februari melawan Persebaya Surabaya," ucapnya.

Setelah melawan Persebaya Surabaya, lanjut dia, PSS Sleman bakal melakoni laga uji coba kembali melawan juara Liga 1 musim lalu, Bhayangkara FC.

Setelah melawan Bhayangkara FC, anak asuh Herry Kiswanto itu akan menjalani laga uji coba melawan tim Liga 2, Persik Kendal.

"Lawan Bhayangkara FC tanggal 28 Februari. Setelah itu, uji coba melawan Persik Kendal, home away," ucapnya.

Setelah itu, PSS Sleman masih akan menjalani laga uji coba, yakni melawan tim promosi Liga 1, PSMS Medan.

"Tanggal 4 Maret melawan PSMS Medan. Setelah itu, ada satu lagi uji coba away, jadi semuanya ada enam laga uji coba," ucapnya.

Kamis, 15 Februari 2018

Hasil Liga Champions, PSG Takluk di Kandang Real Madrid


Real Madrid mendapat modal positif setelah menang 3-1 atas Paris Saint-Germain pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabu, Rabu (14/2/2018) atau Kamis dini hari WIB.

Pada laga tersebut, PSG sebenarnya unggul terlebih dahulu lewat gol Adrien Rabiot pada menit ke-33. Namun, Real Madrid membalas lewat Cristiano Ronaldo (45', 83') dan Marcelo (86').

Ronaldo juga mencatat rekor pribadi. Diia menjadi pemain pertama yang bisa mengemas 100 gol di satu klub pada era Liga Champions. 

Kendati demikian, PSG cuma punya keuntungan karena mengemas satu gol di kandang lawan. Mereka akan bergiliran menjadi tuan rumah di Parc des Princes pada Selasa, 6 Maret 2018. 

Pada laga ini, PSG mengejutkan publik Santiago Bernabeu terlebih dahulu lewat gol Adrien Rabiot pada menit ke-33.  Berawal dari umpan silang Kylian Mbappe dan sempat melibatkan Edinson Cavani, Neymar, dan Nacho, bola akhirnya jatuh ke kaki Adrien Rabiot, yang berdiri tanpa kawalan di depan gawang Madrid.

Dengan percaya diri ia pun langsung melepas tembakan jarak dekat tanpa sanggup dicegah kiper Real Madrid, Keylor Navas.

Real Madrid baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45. Pelanggaran Giovani Lo Celso kepada Toni Kroos memaksa wasit menunjuk titik putih.

Ronaldo yang maju sebagai algojo sanggup menyarangkan bola ke dalam gawang Alphonse Areola. Inilah gol ke-100 Ronaldo bersama Real Madrid di Liga Champions. 

Permainan jual beli serangan kembali diperlihatkan kedua kesebelasan pada 45 menit waktu tersisa. Namun, baru 10 menit terakhir pertandingan, gol tambahan tercipta. 

Pada menit ke-83, Ronaldo bisa kembali mencatatkan namanya di papan skor dan menorehkan gol ke-101 untuk Madrid di Liga Champions.

Gol itu tercipta setelah ia memanfaatkan bola rebound saat kiper PSG, Areola menepis umpan silang Marco Asensio. Ronaldo mencetak gol dengan menggunakan sentuhan lutut.

Marcelo akhirnya memastikan kemenangan 3-1 tim berjulukan El Real seusai mencetak pada menit ke-86. Ia membobol gawang PSG dengan melepas tendangan kaki kiri setelah menerima umpan silang dari Asensio.

Real Madrid 3-1 Paris Saint-Germain (Adrien Rabiot 33' - Cristiano Ronaldo 45', 83', Marcelo 86')

Real Madrid: 1-Keylor Navas, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 12-Marcelo, 6-Nacho, 7-Cristiano Ronaldo, 14-Casemiro (17-Lucas Vazquez 79'), 22-Isco (20-Marco Asensio 79'), 8-Toni Kroos, 10-Luka Modric, 9-Karim Benzema (11-Gareth Bale 68')

Pelatih: Zinedine Zidane

Paris Saint-Germain: 16-Alphonse Areola, 3-Presnel Kimpembe, 5-Marquinhos, 17-Yuri Berchiche, 32-Dani Alves, 18-Giovanni Lo Celso (23-Julian Draxler 84'), 25-Adrien Rabiot, 6-Marco Verratti, 10-Neymar, 29-Kylian Mbappe, 9-Edinson Cavani (12-Thomas Meunier 66')

Pelatih: Unai Emery

Wasit: Gianluca Rocchi (Italia)

Rabu, 14 Februari 2018

Pengelolaan Kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Tidak Sebaik Dulu


Sekitar sebulan belakangan, di Minggu pagi, saya rutin mendatangi Stadion Gelora Sriwijaya yang berada di Jakabaring untuk berolahraga. Sebelum ini, saya selalu rutin dan bangga mengajak para tamu yang berasal dari luar kota, untuk mendatangi kawasan ini karena, menurut saya, kawasan ini tak hanya berfungsi sebagai sentral olah raga, namun juga berfungsi sebagai sarana rekreasi/tempat berwisata.

Dan memang, banyak sekali spot menarik yang ada di kawasan Stadion Gelora Sriwijaya ini. Terutama yang berada di sekitaran danau bagian belakang. Ramai orang yang berkunjung, terlebih lagi di akhir pekan. Pengunjung yang datang pun tak hanya mayoritas warga lokal, namun, banyak juga wisatawan luar kota/negeri yang mengetahui tentang keberadaan kawasan ini melalui pemberitaan di dunia maya.

Bertahun-tahun saya masuk ke area ini, tak pernah ada masalah. Tarif masuk jelas, yakni Rp.10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp.5000 untuk keadaan roda dua. Yang lebih menyenangkan lagi, tidak ada biaya lain di sepanjang kawasan ini. Jadi, gak ada tuh ceritanya ditagih lagi ongkos parkir di dalam. Penjagaan juga baik. Sering kali saya melihat petugas keamanan berkeliling untuk memantau situasi.

Sayangnya, sebulan belakangan, setiap kali saya datang, saya tidak pernah diberikan karcis masuk. Biasanya, petugas jaga yang berjumlah lebih dari 4 orang di pintu masuk motor, selalu memegang buku karcis. Sehingga petugas tinggal menyobek karcis saat menerima uang.

Saat saya langsung disuruh masuk tanpa diberikan karcis, saya diam saja. Saya pikir karcisnya habis, atau emang sudah tidak pakai lagi karcis. Di minggu selanjutnya, lagi-lagi saya tidak diberikan karcis. Namun kali ini saya tanya. Rupanya karcis hanya diberikan jika pengunjung meminta. Jika tidak meminta, ya tidak akan dikasih. Untungnya tidak ada kendala berarti saat saya meminta karcis. Petugas bahkan memberi himbauan kepada pengunjung berupa, "mohon kendaraannya dipakaikan kunci tambahan dan jangan menyimpan barang berharga di jok motor.


Di minggu depannya lagi, kejadian yang sama kembali terulang. Saya yang masuk melalui jalur kiri kembali meminta karcis. Dan ternyata dipegang oleh orang yang berada di jalur kanan. Karcis langsung diberikan saat saya meminta. Saya lihat, dari beberapa orang yang jaga menarik biaya masuk, hanya satu orang yang memegang karcis. Itupun jumlahnya sedikit, tidak berbentuk buku karcis. Karcis ini pun sudah dalam keadaan disobek dan diletakkan di belakang uang, sehingga hanya pengunjung yang jeli yang dapat melihatnya. 

Kejadian tidak mengenakan berlangsung minggu lalu, saat saya antre di jalur kanan, ternyata karcis dipegang oleh petugas di jalur kiri. Lagi-lagi, saya meminta karcis karena sejak awal tidak diberikan. Petugas jalur kanan berkata kepada temannya yang berada di jalur kiri, "karcisnyo mano? Dio nak minta."

Saya memakai earphone saat itu, tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh petugas di jalur kiri. Namun saya tahu, dari gesturenya yang kurang bersahabat, petugas jalur kiri ini memberikan karcis dengan sikap yang kurang baik pula. Saya sempat mendengar samar apa yang ia katakan, namun tidak usahlah saya tuliskan di sini. Yang jelas, itu bukan kata-kata yang enak didengar.

Ada apa dengan pengelolaan area Stadion Gelora Sriwijaya sekarang? Dibandingkan dulu, tampilan pegawainya kini jauh lebih baik. Mereka memakai seragam. Terlihat rapi, formal dan kompak. Kalau dulu, petugasnya tidak memakai seragam tertentu namun karcis selalu diberikan dan sikap mereka relatif lebih ramah.

Jika memang karcis sudah habis, harusnya pengelola menyiapkan karcis dalam jumlah yang cukup. Namun, jika karcis memang ada, mestinya hal ini diperhatikan dan patut menyisakan tanda tanya besar. Saya kira, apa yang saya minta sudah sewajarnya. Saya sudah memberikan kewajiban saya dengan membayar, maka tidak ada salahnya saya meminta hak saya bukan?

Ini bukan perkara nominal. Namun perkara kejujuran atau perkara miss dalam kesiapan pengelola mengakomodasi kebutuhan ini. Jika memang habis, kok ya sampai sebulan lebih habisnya. Untuk itu, berikut saran saya kepada pengelola kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Palembang.

Pertama, saya pikir sudah sepatutnya pengelolaan biaya masuk kawasan stadion ini sudah terkomputeriasi seperti mall dan kawasan pertokoan. Jelas membutuhkan biaya dalam pengadaannya, namun pemasukan juga akan jelas. Dengan adanya bantuan mesin yang dilengkapi kamera, kendaraan yang masuk dan keluar juga lebih terkontrol. Secara tidak langsung keamanan lebih terjaga.

Kedua, pendataan jumlah pegunjung yang tergambarkan dari jumlah karcis yang dipakai, bermanfaat besar dalam rencana pengembangan kawasan ini di masa yang akan datang. Sejauh ini saya lihat sudah baik. Mungkin efek dari kesiapan pelaksanaan Asian Games 2018. Makanya fasilitas umum kian dibangun, seperti toilet, tempat bersantai, cafe-cafe dsb. Ada banyak hal secara statistik yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kawasan ini di masa yang akan datang.

Ketiga, tempatkan petugas-petugas yang jujur dan berdedikasi penuh terhadap pekerjaannya di garda terdepan. Petugas ini juga harus mendapatkan coaching sederhana soal berkomunikasi. Ingat, yang datang ke kawasan ini bukan hanya masyarakat lokal, loh. Wisatawan asing juga banyak yang datang. Jika petugasnya kurang baik, maka akan berdampak terhadap citra Palembang secara keseluruhan. Mengenai hal ini, juga berlaku di tempat wisata lainnya, seperti Kampung Arab Al-Munawar, Galeri Al-Quran Gandus, Museum-museum dan banyak lagi.

Oh ya tambahan. Ntah karena terlalu malas atau bagaimana, banyak sekali orang yang datang ke kawasan ini memarkirkan kendaraannya di depan stadion (di sekitaran tugu bertuliskan Stadion Sriwijaya). Padahal area parkir sudah tersedia baik di sisi kanan dan kiri stadion. Petugas akan mengatur hal ini hanya jika ada pejabat yang datang. Padahal, petugas seharusnya terus mengedukasi masyarakat untuk memarkirkan kendaraannya di lokasi yang benar.

Demikian keluhan dan saran saya seputar petugas karcis kawasan Stadion Gelora Sriwijaya ini. Saya tidak akan memberikan ciri-ciri khusus petugas saat itu karena saya harap hal ini dapat dijadikan perbaikan dan perhatian secara menyeluruh bagi pengelola. Semoga ke depan pengelola dapat memastikan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Dan semoga Palembang semakin maju dan semakin siap menggelar perhelatan akbar Asian Games 2018.

Selasa, 13 Februari 2018

Dokter Terus Pantau Kondisi Atlet Dayung yang Tersetrum di Situ Cileunca


Dewi Yuliawati (Mercy Raya/detikSport)


Atlet dayung Indonesia, Dewi Yuliawati, masih menjalani perawatan medis usai tersetrum ketika berlatih di Situ Cileunca. Kondisinya terus dipantau oleh dokter.

Dewi, 20 tahun, tersetrum saat berlatih di Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Minggu (11/2/2018) pagi. Akibat kecelakaan tersebut, dia mengalami luka bakar di bagian kepala dan kaki.

baca juga : PSMS Medan dan Persija Jakarta Pernah Juara

Atlet dayung Indonesia, Dewi Yuliawati, masih menjalani perawatan medis usai tersetrum ketika berlatih di Situ Cileunca. Kondisinya terus dipantau oleh dokter.

Dewi, 20 tahun, tersetrum saat berlatih di Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Minggu (11/2/2018) pagi. Akibat kecelakaan tersebut, dia mengalami luka bakar di bagian kepala dan kaki.


Dokter terus melakukan proses observasi guna melihat perkembangan kesehatan Dewi. "Karena selain luka bakar yang mengenai kulit Dewi, luka bakar tersebut juga menyebabkan adanya gangguan irama jantung," kata Dik.

"Itu yang kami takutkan. Beberapa hari ke depan kita akan memonitoring secara khusus. Apabila memang nanti dibutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut atau kita tidak mampu, kita akan rujuk. Sejauh ini kita masih bisa menangani," tuturnya.

Sementara itu, pelatih dayung Indonesia, M. Hadris, menjelaskan bagaimana Dewi yang sedang berlatih di Situ Cileunca bisa tersetrum.

"Dewi tersengat aliran listrik kabel PLN yang melintang di Situ Cileunca saat sedang melakukan latihan long distance untuk pemulihan cedera pinggang," ujar Hadris saat ditemui di RSUD Soreang.

Insiden tersebut, lanjut Hadris, bermula sewaktu Dewi pemanasan selama satu setengah jam untuk pemulihan akibat cedera pinggang. Pada saat itu, tim lain sedang latihan time trial 7x1.000 meter.

"Tiba-tiba kepala bagian belakang Dewi mengenai kabel PLN yang melintang itu. Diduga panik Dewi tercebur dan perahunya terbalik. Dayung yang Dewi pegang menempel pada dua buah kabel hingga mengakibatkan percikan api yang cukup besar," tuturnya.

Melihat insiden itu, tim pelatih dan atlet lainnya di lokasi dengan sigap memberikan pertolongan. "Dewi langsung kami bawa ke RSUD Soreang. Dia mengalami luka bakar di kepala bagian pipi kiri dan kaki sebelah kanan," kata Hadris.

Sabtu, 10 Februari 2018

PSMS Medan dan Persija Jakarta Pernah Juara

PersijaJakarta(Foto Liga-indonesia.id
Sejenak mengenang kebelakang menjelang laga semi final Piala Presiden tahun 2018 antara PSMS Medan versus Persija Jakarta. Sudah lama sekali mereka tidak pernah bertemu dalam laga resmi di ajang nasional sejak PSMS Medan prestasinya melorot ke divisi Liga 2. Padahal sepakbola nasional di dekade 1970-an, seolah hanya milik dua tim adidaya Persija Jakarta dan PSMS Medan. Hanya Persebaya Surabaya yang mampu bersaing sebagai juara perserikatan yaitu tahun 1978. Pada kompetisi antara tahun 1971-1979, juaranya selalu bergantian antara Persija dan PSMS (Historia.id, 23/10/17).

Masih ingat peristiwa penting pada final kompetisi Perserikatan pada pada 8 November 1975 antara Persija Jakarta melawan PSMS Medan di Stadion Senayan (Gelora Bung Karno) telah menjadi catatan rekor jumlah penonton mencapai 125 ribu orang. Rekor ini baru terpecahkan tahun 1985 dalam laga final PSMS melawan Persib dengan 150 ribu penonton yang belum terpecahkan hingga sekarang (Bola.kompas.com, 25/3/17).

PSMS harus berbagi gelar bersama Persija Jakarta. Pertandingan final tersebut harus dihentikan karena kericuhan antar pemain saat laga baru memasuki menit 40. Saat itu situasi sudah tidak kondusif untuk melanjutkan pertandingan. Akhirnya wasit asal Malang, Mahdi Talib memutuskan untuk menghentikan pertandingan saat kedudukan 1-1. PSSI juga segera memutuskan Persija dan PSMS ditetapkan sebagai juara bersama di kompetisi musim tersebut melalui Surat Keputusan Ketua Umum PSSI Bardosono No. 95 tahun 1975.

Persija saat itu memiliki skuat dengan diperkuat barisan pemain nasional seperti Iswadi Idris, Andi Lala, Junaidi Abdillah, Sutan Harhara, Wahyu Hidayat, Sofyan Hadi sampai Ronny Paslah dan Sudarno. Sedangkan PSMS Medan diperkuat oleh legenda mereka yang juga pemain nasional sat itu seperti Nobon, Parlin Siagian, Oyong Liza, Yuswardi, Sarman Panggabean.
PsmsMedan(Foto Liga-indonesia.id)

Sejak final itu PSMS seolah kering dari prestasi dan gelar nasional. Pada 11 Juni 1983 di Stadion Utama Senayan, puasa gelar yang dialami PSMS berakhir setelah mengandaskan Persib Bandung di partai puncak melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 (0-0). Dua tahun kemudian, PSMS kembali juara dengan mengandaskan Persib juga melalui babak adu penalti, 2-1 (2-2).

Pertandingan final Perserikatan pada 23 Februari 1985 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah mencatatkan rekor dunia dengan 150 ribu penonton. Dalam catatan AFC disebutkan bahwa jumlah penonton di laga tersebut merupakan yang terbanyak di dunia dalam pertandingan sepakbola untuk level amatir (Bola.com, 25/3/17 dan Fourfourtwo.com, 29/9/16) .

Kompetisi legendaris perserikatan ini harus berakhir pada tahun 1994 setelah terjadi penggabungan dengan Galatama dan membentuk Liga Indonesia, yang kemudian menjadi wajah baru bagi dunia sepak bola Indonesia. Hingar bingar era perserikatan zaman old tersebut seharusnya membawa spirit yang positif untuk persembahan sepakbola saat ini.


Sejarah panjang kedua klub ini menjadi jaminan eksistensi mereka dalam dunia sepakbola nasional. Sudah sejak dulu kontribusi PSMS Medan dan Persija Jakarta terhadap sepakbola nasional tidak perlu diragukan lagi.

Tentang juara bersama yang pernah mereka alami dulu, mungkin tidak akan terjadi lagi pada masa kini. Pada ajang Piala Presiden 2018 ini saja mereka harus saling mengalahkan untuk berebut menuju babak final meraih trofi juara. Laga inipun sudah pasti bukan pertemuan mereka yang terkahir karena Liga 1 2018 sudah menunggu kembali kedua tim ini bersaing berebut tahta tertinggi.

Laga semi final leg pertama Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo pada 10 Februari 2018 pk. 19.30 menjadi tolok ukur kualitas sportivitas kedua klub dan kualitas performa tim bagi sumbangsih mereka untuk Timnas Garuda.

Bravo Macan Kemayoran. Bravo Ayam Kinantan.

Senjakala Cristiano Ronaldo



Beritaseputarharian ~ Di pekan ke-22 La Liga, edisi 2017-2018, Real Madrid bercokol di peringkat ke-4 klasemen sementara. Ini tergolong "aneh" mengingat klub kaya raya dan bertabur bintang ini biasanya menclok di peringkat 1 atau 2--berkejaran dengan seteru abadinya, Barcelona. Sementara Barcelona kini melenggang sendirian di peringkat atas dengan nilai 58 atau selisih 8 poin dari peringkat kedua, Atletico Madrid. Real Madrid sendiri baru mengemas 39 poin, atau 17 poin di bawah Barcelona.

Kondisi klub yang kini ditukangi Zinedine Zidane ini memang sungguh mengkhawatirkan. Bila tidak membaik dalam sisa kompetisi, bisa-bisa mereka nanti finish di urutan 5 atau 6, dan tidak mendapatkan tiket tampil di kompetisi Eropa. Tidak berlebihan, mengingat peringkat ke-5, yakni Villareal hanya terpaut 2 poin dari Madrid. Derita Cristiano Ronaldo cs ini masih ditambah oleh Jordi Alba, pemain Barcelona, yang  berkomentar cukup satire ketika Real Madrid berjaran 19 poin dari Barca di pekan ke-20: "Kami akan dibunuh di Camp Nou (markas Barcelona--penulis), apabila tertinggal sampai 19 poin dari Real Madrid!"

Andaikan Sergio Ramos dkk tidak dapat tiket ke Liga Champions itu sudah merupakan aib yang tidak termaafkan bagi tim sekelas Real Madrid. Tapi itulah sepakbola, yang sering meleset dari hitungan matematika. Prediksi buruk ini bisa saja menjadi nyata melihat performance Madrid yang begitu labil dan mengkhawatirkan pada musim ini. Dan hasil buruk ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Cristiano Ronaldo yang "memble" di musim ini!

Musim-musim sebelumnya di Madrid, Cristiano Ronaldo sangat fantastis. Sejak berseragam Los Blancos (2009), dia telah mencatatkan dirinya sebagai mesin gol, dan mengantar Real Madrid meraih beberapa trophy bergengsi di Eropa dan dunia. Beberapa di antaranya sukses membawa Real Madrid menjuarai La Liga pada musim 2011/2012 dan 2016/2017. Dia juga berperan vital ketika Real Madrid menjuarai UEFA Champions League dua kali berturut-turut (2013--2014, 2015-2016).

Namun sayang, di musim 2017/2018 yang baru bergulir setengah jalan ini, Ronaldo sepertinya kehilangan sentuhan ajaibnya. Dia melempem. Kondisi ini mungkin gara-gara di awal musim dirinya harus absen dalam 4 partai sebagai hukuman karena mendorong wasit.  Ronaldo sendiri pernah berkilah bahwa kemandulannya musim ini gara-gara hengkangnya beberapa pemain yang selama ini banyak mendukungnya di lapangan hijau, seperti Pepe, James Rodriguez. Mereka dijual manajemen.

Tapi apa pun itu, adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa Ronaldo telah beranjak uzur. Dia lahir pada 5 Februari 1985. Umumnya, usia 33 tahun, tidak lagi ideal untuk bermain di jagad sepak bola kelas tinggi, terlebih liga-liga elite Eropa. Usia yang menua memaksa bintang-bintang sepakbola tersingkir dari pusaran utama. Beberapa di antaranya langsung gantung sepatu, dan  menekuni pekerjaan lain yang tidak ada kaitan dengan sepakbola. Ada juga yang masih berkaitan dengan sepakbola, seperti menjadi pelatih, komentator televisi sepakbola, dsb. Yang merasa masih mampu bermain, rela pindah ke liga-liga yang levelnya lebih rendah, seperti Liga Amerika Serikat, Liga China, bahkan Liga Indonesia.

Namun, kelihatannya Cristiano Ronaldo belum menyadari bahwa dirinya pun sudah mulai terkena dampak "hukum alam" yang tidak akan bisa ditolak oleh siapa pun ini. Kecepatan dan kelihaiannya sudah mulai tergerus usia. Buktinya, hingga pekan ke-20 La Liga, koleksi golnya baru 7, sementara Lionel Messi sudah membukukan 19 gol!

Repotnya, Ronaldo agaknya masih menganggap dirinya "masih seperti yang dulu". Sebab belum lama ini, usai membawa klubnya meraih Piala Dunia Antarklub, Ronaldo dikabarkan menuntut manajemen Real Madrid segera memperpanjang kontraknya dengan gaji yang tidak kalah dari yang diterima Lionel Messi dan Neymar. Kenaikan gaji itu, dikatakan sebagai syarat agar dia bertahan di Santiago Bernabeu.

Akankah manajemen Real Madrid memenuhi permintaan bintangnya itu? Rasanya sulit jika melihat penampilan Ronaldo yang tidak lagi cemerlang. Bahkan bukan tidak mungkin Ronaldo yang pertengahan Desember 2017 lalu menerima Ballon d'Or kelima itu akhirnya dijual. Tetapi klub mana pula yang akan berani menampung "veteran" yang pasti meminta gaji yang jumlahnya aduhai?

Dihadapkan pada kenyataan ini, mestinya Cristiano Ronaldo sadar bahwa dirinya memang sudah menjelang "habis". Ketimbang mengharapkan perpanjangan kontrak dan gaji selangit dari Real Madrid--yang kemungkinan besar tidak akan dipenuhi manajemen--lebih baik dia mempertimbangkan untuk mengikuti jejak beberapa "bintang redup" yang hijrah ke Liga AS seperti David Beckham, Andrea Pirlo, dll. Bahkan Liga China pasti mau memberikan gaji dengan nilai selangit.

Rabu, 07 Februari 2018

Melalui Instagram, Ivan Carlos Bantah Alami Cedera Serius



Beritaseputarharian ~ Penyerang anyar Persija, Ivan Carlos, membantah kabar bahwa dia mengalami cedera serius. Mantan pemain Persela Lamongan tersebut mengatakannya lewat unggahan di akun Instagram miliknya.

Sebelumnya, Ivan Carlos dikabarkan harus menepi lama akibat dari cedera yang didapat pada pertandingan perempat final Piala Presiden 2018 melawan Mitra Kukar, Minggu (4/2/2018). Pemain asal Brasil ini mengalami cedera pada kaki kanan saat Persija mengalahkan Mitra Kukar 3-1 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.

"Dokter tim Persija sudah melakukan konsultasi ke doker orthopedi di kawasan Bintaro malam ini," kata Direktur Utama Persija, Gede Widiade, dalam rilis yang diiterima BolaSport.com pada Senin (5/2/2018) malam WIB.

"Kami sampaikan bahwa Ivan mengalami cedera metatarsal 5 dan harus segera dilakukan tindakan operasi secepatnya," tuturnya.

Ivan Carlos pun diperkirakan harus menepi selama 4-5 bulan. Ini tentu saja mengancam masa depannya di Persija karena dia terancama didepak oleh klub berjulukan Macan Kemayoran itu.

Namun Ivan Carlos membantah kabar tersebut melalui unggahan Instagram pada Senin (5/2/2017).

"Sebelum mendengar komentar, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa yang sedang terjadi. Saya datang ke sini untuk memberi tahu Anda bahwa saya sehat dan bahwa cedera saya tidak serius, saya akan kembali sesegera mungkin untuk membantu Persija," tulis Ivan Carlos dalam unggahan itu.

Tak hanya itu, Ivan Carlos juga menyampaikan kata-kata yang cukup menyentuh bagi para penggemarnya dan suporter Persija, The Jakmania.

"Seragam Persija yang saya pakai saat ini adalah kulit kedua saya dan saya akan melakukan yang terbaik untuk membuat Persija juara," tulisnya lagi.

Tak lupa Ivan Carlos juga memberikan ucapan terima kasih atas dukungan dan semangat yang diberikan fans kepadanya. Hingga berita ini diturunkan, unggahan Ivan Carlos telah mendapat lebih dari 14.000.000 likes dan ratusan komentar. (Nina Andrianti Loasana)

Pochettino woles soal gelar juara untuk Spurs



Beritaseputarharian ~ Mauricio Pochettino menyebut gelar juara bukan menjadi obsesi besarnya bersama Tottenham Hotspurs pada musim ini. Bagi Pochettino, skuat Spurs saat ini masih dalam pengembangan dan butuh waktu lebih lama.

Pochettino dinilai memiliki karir yang apik bersama Spurs dalam beberapa musim terakhir. Namun, pelatih asal Argentina sejauh ini masih belum bisa melengkapi kisah manisnya sebagai pelatih Spurs dengan gelar juara.

Spurs sendiri terakhir kali menjadi juara pada tahun 2008 silam. Saat itu, The Lily White sukses membekap Chelsea dengan skor 2-1 dan meraih gelar juara Piala Liga Inggris.

"Tidak, saya tidak merasa terobsesi. Tentu saja kami ingin menjadi juara. Saya tahu seperti apa perasaan Anda setelah menjadi juara. Hasrat dan tujuan kami adalah menjadi juara, tapi kami tidak terobsesi," ucap Pochettino.

"Kami ingin menjadi juara, tapi kami harus membuat tim yang hebat dengan mentalitas kuat, mental juara. Karena itu, Anda butuh waktu. Anda tidak akan pernah tau, satu, dua, tiga atau bahkan lima tahun," sambungnya.

Tapi, Pochettino yakin jika gelar juara akan datang untuk Spurs. Pelatih berusia 45 tahun tersebut merasa jika saat ini Harry Kane dan kolega sudah berjalan di arah yang benar. Begitu juga dengan klub dengan segala kebijakannya.

"Kami berada di posisi yang baik, kami sedang menunggu stadion baru, sesuatu yang akan sangat menakjubkan bagi kami, fans dan klub. Jika semua berjalan seperti ini, Spurs akan jadi penantang gelar," tandas Pochettino. 

Kuasailah 10 Teknik Bersetubuh Ini

Bagi pria, efektivitas performa seksualnya bisa diukur dari tingkat kepuasan pasangan seksnya. Performa seksual yang baik penting bag...